Etika di Tempat Kerja

Hai pembaca karang yang baik hatinya, tempat kerja adalah rumah kedua, tapi bukan berarti ditempat kita bisa bebas melakukan semua yang kita inginkan juga yaa, ada etika yang harus kita ketahui dan sebaiknya kita lakukan ditempat kerja. Karena untuk memperlancar kinerja sehari-hari, setiap karyawan haruslah menaati etika yang berlaku di tempat kerja. Seperti apa etika yang dimaksud? Berikut ulasannya.
#1. Pahami aturan tak tertulis di tempat kerja
Selain peraturan yang sudah baku, ada sejumlah aturan tak tertulis atau etika yang juga membantu interaksi sehari-hari di tempat kerja berjalan mulus. Meski tak tertulis, etika ini merupakan faktor yang berpengaruh pada prestasi kerja Anda. Bukankah kalau merasa nyaman dengan rekan-rekan kerja, merasa betah hingga menganggap kantor sebagai rumah kedua, tanpa disadari kita akan senantiasa terpacu untuk menunjukkan kinerja terbaik? Dengan memahami dan mengaplikasikan etika, kita juga pasti akan lebih diterima di lingkungan.
#2. Tepat waktu
Selalu mengupayakan segalanya tepat waktu sangatlah penting. Kebiasaan baik ini menunjukkan bahwa kita menghargai waktu para kolega dan pada gilirannya mereka pun akan menghargai kita. Pepatah yang tepat untuk diingat, “waktu tidak akan pernah menunggu siapa pun.” Jadi, jangan pernah sekalipun terlambat datang ataupun menyelesaikan tenggat kerja.
#3. Kenakan busana kerja yang pantas
Kebanyakan perusahaan umumnya sudah menetapkan kode berbusana yang wajib dipatuhi. Ada beberapa jenis pekerjaan yang membebaskankaryawannyadalam berpakaian.Tapi tetaplah berbusana yang pantas. Ingat, kantor bukanh ajang pesta tempat orang memamerkan koleksi mahal. Sesuaikan juga dengan acara dan situasi.Jika ada janji bertemu klien, pilih busana formal agar citra perusahaan tetapterjaga.
#4. Menjauh dari gosip
Kebiasaan bergosip di kantor bisa mengusik kerja, bahkan mengancam perjalanan karier. Dengan menghindari gosip, pikiran kita tidak akan terganggu oleh hal-hal remeh yang biasanya tidak penting.  Lagipula,  kita tak ingin orang lain bergosip tentang diri kita sendiri bukan? Jika ingin berkomentar,  sebaiknya berilah yang mengandung muatan positif.
#5. Selalu mintalah ijin saat meminjam
Sedekat atau seakrab apa pun relasi dengan rekan kerja, tetaplah meminta ijin saat ingin meminjam sesuatu. Perilaku ini menyiratkan kita orang yang menghargai orang lain dengan segala kepemilikannya.
#6. Bertutur sopan dan selalu ucapkan terima kasih
Tutur yang santun dan kata-kata manis pasti akan mengakrabkan suasana kerja sekaligus menjaga semangat kerja. Tumbuhkan kebiasaan baik ini dan mulailah dari diri sendiri. Misalnya,  saat berpapasan dengan rekan di lobi, usahakan memberi senyum dan mengangguk sopan meskinpun yang bersangkutan bukanlah teman akrab.
Kesantunan mewakili sikap Anda yang menghargai keberadaan mereka. Bahasa yang digunakan saat berinteraksi dengan orang lain juga berpengaruh terhadap relasi pribadi. Kata-kata kasar dan tak senonoh jelas akan melukai. Hindari pula beragam sindiran maupun lelucon yang tidak pada tempatnya.
#7. Jangan menyela pembicaraan
Melakukan kebiasaan ini hanya akan menunjukkan keegoisan Anda untuk menunjukkan pada dunia bahwa waktu dan pendapat Anda lebih penting ketimbang orang lain. Catat, tak ada rekan kerja yang bisa menerima sikap egois. Kalau rekan kerja atau bawahan sedang menerima telepon atau tengah berbincang dengan orang lain, sementara Anda ingin bertanya mengenai sesuatu, semendesak apa pun, jangan pernah menginterupsi pembicaraannya. Tunggulah sejenak sampai usai bicara. Atau berilah kode memintanya segera menemui Anda begitu pembicaraannya selesai.
#8. Pelankan suara
Di kantor yang mayoritas ruang karyawannya tak berpintu, hal yang paling sering dikeluhkan adalah kebisingan orang-orang di ingkungan kerjanya. Jadi, menjaga ketenangan haruslah menjadi prioritas karyawan.
Saat bicara dengan rekan kerja ataupun di telepon, tak perlu berteriak atau bersuara keras. Terutama bila Anda melakukan pembicaran pribadi. Begitu juga saat melakukan penilaian kinerja yang memang membutuhkan waktu bicara agak lama. Menunjukkan sikap tak patut atau berkata dengan nada tinggi cenderung membuat orang terpancing marah. Jangan salahkan bila orang yang bukan menjadi lawan bicara pun akan menyimpan perasaan tidak suka dan tidak nyaman berdekatan dengan Anda.
#9. Kontrol Telepon Selular
Pastikan suara ponsel tak mengganggu orang lain. Sebaiknya selama jam kerja matikan nada dering, cukup gunakan fitur getar saja. Seyogianya hindari pula bolak-balik menelepon terkait urusan pribadi selama jam kerja, apalagi bila ada tugas penting yang harus diselesaikan. Lagi pula, buat apa membiarkan semua rekan kerja tahu kehidupan pribadi. Misalnya saat tengah bertengkar dengan suami. Saat menerima telepon di HP, alangkah baiknya bila segera menuju koridor atau mencari ruang tersendiri yang memiliki pintu hingga Anda bisa melanjutkan pembicaraan secara lebih pribadi tanpa mengusik ketenangan kerja orang lain.
#10. Jangan berisik saat dengarkan musik
Kalau mau mendengarkan alunan musik selagi bekerja, kecilkan nadanya atau kenakan headphone. Ingat, ini menyangkut selera. Jenis musik yang menurut Anda enak dinikmati bisa jadi terdengar aneh dan tak mengenakkan di telinga rekan kerja. Sayangnya, tak sedikit rekan kerja yang tidak enak hati untuk langsung menegur. Nah, bila tetangga sebelah jadi ikut-ikutan menggunakanheadphone bisa jadi ia sebenarnya terusik dengan suara musik Anda.
#11. Hargai privasi orang lain
Meskipun kesempatan ada di depan mata, jangan pernah membaca fax, e-mail, surat ataupun layar komputer siapa saja. Ingatlah juga saat hendak mengirim e-mail, pastikan Anda tidak menulis sesuatu yang kira-kira akan meledak jadi masalah besar jika di-forward ke sana kemari. Jangan salah, dalam dunia maya, siapa pun dapat mem-forward e-mail yang diterimanya. Kita harus mewaspadai hal ini.
Jika seorang rekan kerja menutup pintu ruang kerjanya, janganlah mengganggu sekalipun dia kelihatannya tidak sedang sibuk. Sebaliknya, kalau Anda perlu mendiskusikan sesuatu yang sifatnya sensitif dan rahasia, carilah ruang khusus. Tutup dan kuncilah agar tak ada orang lain yang ikut mendengar percakapan Anda. Hal-hal yang bersifat pribadi dan laporan kinerja karyawan bukanlah konsumsi bagi setiap telinga di tempat kerja, selain khusus untuk yang bersangkutan.
#12. Jangan jadi sumber bau
Menyantap makanan tertentu yang beraroma menyengat di meja kerja Anda, melepas alas kaki, mengenakan parfum menyengat atau menyemprotkan penyegar udara saat jam kerja bisa mengganggu rekan keja yang tergolong sensitif. Tak ada seorang pun yang sudi mencium bau tak sedap kendati bagi Anda mungkin sama sekali tak masalah. Ingat, aroma bersifat sangat personal. Jadi, jangan pernah berasumsi semua orang akan menyukainya sama seperti kita.
#13. Jaga kerapian area kerja
Tak sedikit yang mengatakan kalau meja kerja yang bersih mencerminkan pikiran yang bersih dan cara kerja yang sistematis. Jadi kalau tak ingin dianggap sebagai sosok urakan atau pekerja ceroboh, jaga kerapian meja kerja. Kalau Anda ingin menambahkan sentuhan pribadi, letakkan foto diri ataukeluarga maupun pernak-pernik perhiasan kecil seperlunya. Jangan habiskan semua tempat untuk memajang seluruh koleksi pernak pernik pribadi. Selain itu, kalau jenis pekerjaan membuat kita sering dipindahtugaskan, minimalkan keberadaan benda-benda dekoratif agar tak harus kelewat repot setiap kali ditempatkan di pos baru.
Semoga bermanfaat pembaca karang :D
(dimuat dalam majalah SEKAR – edisi 84/12, tgl 30 Mei-13 Juni 2012,  rubrik KARIER)

ETIKA & AKHLAK BEKERJA DALAM ISLAM

Hai pembaca, kalian sudah bekerja? sudah tau belum bagaimana sih etika dan akhlak bekerja menurut islam itu, belum? Sebagai muslim ada baiknya kita mengetahui bagaimana sih etika dan bekerja dalam islam itu.
Bekerja Sebagai Satu Kewajiban Seorang Hamba Kepada Allah SWT
  • Allah SWT memerintahkan bekerja kepada setiap hamba-hamba-Nya (QS. Attaubah/ 9 : 105) :
Dan katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu’min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”.
Seorang insan minimal sekali diharuskan untuk dapat memberikan nafkah kepada dirinya sendiri, dan juga kepada keluarganya.
  • Dalam Islam terdapat banyak sekali ibadah yang tidak mungkin dilakukan tanpa biaya & harta, seperti zakat, infak, shadaqah, wakaf, haji dan umrah. Sedangkan biaya/ harta tidak mungkin diperoleh tanpa proses kerja. Maka bekerja untuk memperoleh harta dalam rangka ibadah kepada Allah menjadi wajib. Kaidah fiqhiyah mengatakan :
مَالاَ يَتِمُّ الْوَاجِبُ إِلاَّ بِهِ فَهُوَ وَاجِبٌ
Suatu kewajiban yang tidak bisa dilakukan melainkan dengan pelaksanaan sesuatu, maka sesuatu itu hukumnya wajib.
Keutamaan (Fadhilah) Bekerja Dalam Islam
  • Orang yang ikhlas bekerja akan mendapatkan ampunan dosa dari Allah SWT. Dalam sebuah hadits diriwayatkan :
مَنْ أَمْسَى كَالاًّ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ أَمْسَى مَغْفُوْرًا لَهُ (رواه الطبراني)
Barang siapa yang sore hari duduk kelelahan lantaran pekerjaan yang telah dilakukannya, maka ia dapatkan sore hari tersebut dosa-dosanya diampuni oleh Allah SWT. (HR. Thabrani)
  • Akan diampuninya suatu dosa yang tidak dapat diampuni dengan shalat, puasa, zakat, haji & umrah. Dalam sebuah riwayat dikatakan :
إِنَّ مِنَ الذُّنُوْبِ لَذُنُوْبًا، لاَ تُكَفِّرُهَا الصَّلاةُ وَلاَ الصِّياَمُ وَلاَ الْحَجُ وَلاَ الْعُمْرَةُ، قَالَ وَمَا تُكَفِّرُهَا يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قاَلَ الْهُمُوْمُ فِيْ طَلَبِ الْمَعِيْشَةِ (رواه الطبراني)
‘Sesungguhnya diantara dosa-dosa itu, terdapat satu dosa yang tidak dapat dihapuskan dengan shalat, puasa, haji dan umrah.’ Sahabat bertanya, ‘Apa yang dapat menghapuskannya wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Semangat dalam mencari rizki.’ (HR. Thabrani)
  • Mendapatkan ‘Cinta Allah SWT’. Dalam sebuah riwayat digambarkan :
إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْمُؤْمِنَ الْمُحْتَرِفَ (رواه الطبراني)
Sesungguhnya Allah SWT mencintai seorang mu’min yang giat bekerja. (HR. Thabrani)
  • Terhindar dari azab neraka
Dalam sebuah riwayat dikemukakan, “Pada suatu saat, Saad bin Muadz Al-Anshari berkisah bahwa ketika Nabi Muhammad SAW baru kembali dari Perang Tabuk, beliau melihat tangan Sa’ad yang melepuh, kulitnya gosong kehitam-hitaman karena diterpa sengatan matahari. Rasulullah bertanya, ‘Kenapa tanganmu?’ Saad menjawab, ‘Karena aku mengolah tanah dengan cangkul ini untuk mencari nafkah keluarga yang menjadi tanggunganku.” Kemudian Rasulullah SAW mengambil tangan Saad dan menciumnya seraya berkata, ‘Inilah tangan yang tidak akan pernah disentuh oleh api neraka’” (HR. Tabrani)
Pertanyaan Besar Tentang Pekerjaan Kita
  • Apakah pekerjaan yang kita lakukan akan mengantarkan kita ke surga?
  • Apa syarat – syarat yang dapat menjadikan pekerjaan kita sebagai sarana untuk mendapatkan surga Allah SWT?
  • Bagaimana menjadikan pekerjaan kita sebagai sarana untuk mendapatkan surga?
Syarat Mendapatkan Surga Dengan Bekerja
  1. Niat Ikhlas Karena Allah SWT
النية الخاصة لله تعالى
Artinya ketika bekerja, niatan utamanya adalah karena Allah SWT sebagai kewajiban dari Allah yang harus dilakukan oleh setiap hamba. Dan konsekwensinya adalah ia selalu memulai aktivitas pekerjaannya dengan dzikir kepada Allah. Ketika berangkat dari rumah, lisannya basah dengan doa bismillahi tawakkaltu alallah.. la haula wala quwwata illa billah..Dan ketika pulang ke rumahpun, kalimat tahmid menggema dalam dirinya yang keluar melalui lisannya.
2. Itqan, sungguh-sungguh dan profesional dalam bekerja
الإتقان في العمل
Syarat kedua agar pekerjaan dijadikan sarana mendapatkan surga dari Allah SWT adalah profesional, sungguh-sungguh dan tekun dalam bekerja.
Diantara bentuknya adalah, tuntas melaksanakan pekerjaan yang diamanahkan kepadanya, memiliki keahlian di bidangnya dsb.
Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda
إِنَّ اللهَ يُحِبُّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلاً أَنْ يُتْقِنَهُ (رواه الطبراني)
Sesungguhnya Allah mencintai seorang hamba yang apabila ia bekerja, ia menyempurnakan pekerjaannya. (HR. Tabrani_
3. sikap Jujur & Amanah
الصدق والأمانة
Karena pada hakekatnya pekerjaan yang dilakukannya tersebut merupakan amanah, baik secara duniawi dari atasannya atau pemilik usaha, maupun secara duniawi dari Allah SWT yang akan dimintai pertanggung jawaban atas pekerjaan yang dilakukannya. Implementasi jujur dan amanah dalam bekerja diantaranya adalah dengan tidak mengambil sesuatu yang bukan menjadi haknya, tidak curang, obyektif dalam menilai, dan sebagainya. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda:
التَّاجِرُ الصَّدُوْقُ اْلأَمِيْنُ مَعَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ (رواه الترمذي)
Seorang pebisnis yang jujur lagi dapat dipercaya, (kelak akan dikumpulkan) bersama para nabi, shiddiqin dan syuhada’. (HR. Turmudzi)
4. Menjaga Etika Sebagai Seorang Muslim
التخلق بالأخلاق الإسلامية
Bekerja juga harus memperhatikan adab dan etika sebagai seroang muslim, seperti etika dalam berbicara, menegur, berpakaian, bergaul, makan, minum, berhadapan dengan customer, rapat, dan sebagainya. Bahkan akhlak atau etika ini merupakan ciri kesempurnaan iman seorang mu’min.
Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda :
أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا (رواه الترمذي)
Sesempurna-sempurnanya keimanan seorang mu’min adalah yang paling baik akhlaknya (HR. Turmudzi)
5. Tidak Melanggar Prinsip-Prinsip Syariah
مطبقا بالشريعة الإسلامية
Aspek lain dalam etika bekerja dalam Islam adalah tidak boleh melanggar prinsip-prinsip syariah dalam pekerjaan yang dilakukannya.
Tidak melanggar prinsip syariah ini dapat dibagi menjadi beberapa hal :
Pertama dari sisi dzat atau substansi dari pekerjaannya, seperti memporduksi tidak boleh barang yang haram, menyebarluaskan kefasadan (seperti pornografi), mengandung unsur riba, maysir, gharar dsb.
Kedua dari sisi penunjang yang tidak terkait langsung dengan pekerjaan, seperti risywah, membuat fitnah dalam persaingan, tidak menutup aurat, ikhtilat antara laki-laki dengan perempuan, dsb.
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَلاَ تُبْطِلُوا أَعْمَالَكُمْ
Hai orang-orang yang beriman, ta`atlah kepada Allah dan ta`atlah kepada rasul dan janganlah kamu merusakkan (pahala) amal-amalmu. (QS. Muhammad, 47 : 33)
6. Menghindari Syubhat
الإبتعاد عن الشبهات
Dalam bekerja terkadang seseorang dihadapkan dengan adanya syubhat atau sesuatu yang meragukan dan samar antara kehalalan dengan keharamannya. Seperti unsur-unsur pemberian dari pihak luar, yang terdapat indikasi adanya satu kepentingan terntentu. Atau seperti bekerja sama dengan pihak-pihak yang secara umum diketahui kedzliman atau pelanggarannya terhadap syariah. Dan syubhat semacam ini dapat berasal dari internal maupun eksternal.
Oleh karena itulah, kita diminta hati-hati dalam kesyubhatan ini. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda, “Halal itu jelas dan haram itu jelas, dan diantara keduanya ada perkara-perkara yang syubhat. Maka barang siapa yang terjerumus dalam perkara yang syubhat, maka ia terjerumus pada yang diharamkan…” (HR. Muslim)
7. Menjaga Ukhuwah Islamiyah
المراعاة بالأخوة الإسلامية
Aspek lain yang juga sangat penting diperhatikan adalah masalah ukhuwah islamiyah antara sesama muslim. Jangan sampai dalam bekerja atau berusaha melahirkan perpecahan di tengah-tengah kaum muslimin. Rasulullah SAW sendiri mengemukakan tentang hal yang bersifat prefentif agar tidak merusak ukhuwah Islamiyah di kalangan kaum muslimin. Beliau mengemukakan, “Dan janganlah kalian membeli barang yang sudah dibeli saudara kalian” Karena jika terjadi kontradiktif dari hadits di atas, tentu akan merenggangkan juga ukhuwah Islamiyah diantara mereka; saling curiga, su’udzon dsb. Semoga bermanfaat pembaca karang :D

Etika Makan Dan Minum Dengan Cara Islam

Halo pembaca semuaa,makan dan minum adalah aktifitas yang sangat tidak bisa lepas dari manusia,tapi apakah etika makan kita sudah benar?untuk yang muslim, apakah etika makan dan minum kita seudah sesuai dengan cara islam? 

Orang Muslim melihat makanan dan minuman itu sebagai sarana, dan bukan tujuan. Ia makan dan minum untuk menjaga kesehatan badannya karena dengan badan yang sehat, ia bisa beribadah kepada Allah Ta'ala dengan maksimal. Itulah ibadah yang menyebabkannya memperoleh kemuliaan, dan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Ia tidak makan minum karena makanan dan minuman, serta syahwat keduanya saja. 

Oleh karena itu, jika ia tidak lapar ia tidak makan, dan jika ia tidak kehausan maka ia tidak minum. Rasulullah saw. bersabda, "Kami adalah kaum yang tidak makan kecuali kami lapar, dan jika kami makan maka kami tidak sampai kekenyangan." 

Etika Sebelum Makan 

Etika sebelum makan adalah sebagai berikut : 

1. Makanan dan minumannya halal, bersih dari kotoran-kotoran haram, dan syubhat, karena Allah Ta'ala berfirman, 

"Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepada kalian." (Al-Baqarah:172). 

Yang dimaksud rizki yang baik ialah halal yang tidak ada kotoran di dalamnya. 

2. Ia meniatkan makanan dan minumannya untuk menguatkan ibadahnya kepada Allah Ta‘ala, agar ia diberi pahala karena apa yang ia makan, dan ia minum. Sesuatu yang mubah jika diniatkan dengan baik, maka berubah statusnya menjadi ketaatan dan seorang Muslim diberi pahala karenanya. 

3. Ia mencuci kedua tangannya sebelum makan jika keduanya kotor, atau ia tidak dapat memastikan kebersihan keduanya. 

4. Ia meletakkan makanannya menyatu di atas tanah, dan tidak di atas meja makan, karena cara tersebut lebih dekat kepada sikap tawadlu', dan karena ucapan Anas bin Malik ra, "Rasulullah saw. pernah makan di atas meja makan atau di piring." (Diriwayatkan Al-Bukhari). 

5. Ia duduk dengan tawadlu dengan duduk berlutut, atau duduk di atas kedua tumitnya, atau menegakkan kaki kanannya dan ia duduk di atas kaki kirinya, seperti duduknya Rasulullah saw., karena Rasulullah saw. bersabda, 

"Aku tidak makan dalam keadaan bersandar, karena aku seorang budak yang makan seperti makannya budak, dan aku duduk seperti duduknya budak." (Diriwayatkan Al-Bukhari). 

6. Menerima makanan yang ada, dan tidak mencacatnya, jika ia tertarik kepadanya maka ia memakannya, dan jika ia tidak tertarik kepadanya maka ia tidak memakannya, karena Abu Hurairah ra berkata, "Rasulullah saw. tidak pernah sekali pun mencacat makanan, jika beliau tertarik kepadanya maka beliau memakannya, dan jika beliau tidak tertarik kepadanya maka beliau meninggalkannya." (Diriwayatkan Abu Daud). 

7. Ia makan bersama orang lain, misalnya dengan tamu, atau istri, atau anak, atau pembantu, karena Rasulullah saw. bersabda, 

"Berkumpullah kalian di makanan kalian niscaya kalian diberi keberkahan di dalamnya." (Diriwayatkan Abu Daud dan At-Tirmidzi yang men-shahih-kannya). 

Etika ketika sedang Makan 

Di antara etika sedang makan ialah sebagai berikut: 

1. Memulai makan dengan mengucapkan basmalah, karena Rasulullah saw. bersabda, 

"Jika salah seorang dari kalian makan, maka sebutlah nama Allah Ta'ala. Jika ia lupa tidak menyebut nama Allah, maka hendaklah ia menyebut nama Allah Ta‘ala pada awalnya dan hendaklah ia berkata, Dengan nama Allah, sejak awal hingga akhir." (Diriwayatkan Abu Daud dan At-Tirmidzi yang men-shahih-kannya). 

2. Mengakhiri makan dengan memuji Allah Ta‘ala, karena Rasulullah saw. bersabda, 

"Barangsiapa makan makanan, dan berkata, ‘Segala puji bagi Allah yang memberi makanan ini kepadaku, dan memberikannya kepadaku tanpa ada daya dan upaya dariku', maka dosa-dosa masa lalunya diampuni." (Muttafaq Alaih). 

3. Ia makan dengan tiga jari tangan kanannya, mengecilkan suapan, mengunyah makanan dengan baik, makan dari makanan yang dekat dengannya (pinggir) dan tidak makan dari tengah piring, karena dalil-dalil berikut 

Rasulullah saw. bersabda kepada Umar bin Salamah, 

"Hai anak muda, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari makanan yang dekat denganmu (pinggir)." (Muttafaq Alaih). 

"Keberkahan itu turun di tengah makanan. Maka oleh karena itu, makanlah dari pinggir-pinggirnya, dan janqan makan dari tengahnya." (Muttafaq Alaih). 

4. Mengunyah makanan dengan baik, menjilat piring makanannya sebelum mengelapnya dengan kain, atau mencucinya dengan air, karena dalil-dalil berikut: 

Rasulullah saw. bersabda, 

"Jika salah seorang dari kalian makan makanan, maka ia jangan membersihkan jari-jarinya sebelum ia menjilatnya." (Diriwayatkan Abu Daud dan At-Tirmidzi yang men-shahih-kannya).

Ucapan Jabir bin Abdullah ra bahwa Rasulullah saw. memerintahkan menjilat jari-jari dan piring. Beliau bersabda, 

"Sesungguhnya kalian tidak mengetahui di makanan kalian yang mana keberkahan itu berada." (Diriwayatkan Muslim). 

5. Jika ada makanannya yang jatuh, ia mengambil dan memakannya, karena Rasulullah saw. bersabda, 

"Jika sesuap makanan kalian jatuh, hendaklah ia mengambilnya, membuang kotoran daripadanya, kemudian memakan sesuap makanan tersebut, serta tidak membiarkannya dimakan syetan." (Diriwayatkan Muslim). 

6. Tidak meniup makanan yang masih panas, memakannya ketika telah dingin, tidak bernafas di air ketika minum, dan bernafas di luar air hingga tiga kali, karena dalil-dalil berikut: 

Hadits Anas bin Malik ra berkata, "Rasulullah saw. bernafas di luar tempat minum hingga tiga kali." (Muttafaq Alaih). 

Hadits Abu Said Al-Khudri ra, bahwa Rasulullah saw. melarang bernafas di minuman. (Diriwayatkan At-Tirmidzi yang men-shahih-kannya). 

Hadits lbnu Abbas ra bahwa Rasulullah saw. melarang bernafas di dalam minuman, atau meniup di dalamnya. (Diriwayatkan At-Tirmidzi yang men-shahih-kannya). 

7. Menghindari kenyang yang berlebih-lebihan, karena Rasulullah saw., bersabda, 

"Anak Adam tidak mengisi tempat yang lebih buruk daripada perutnya. Anak Adam itu sudah cukup dengan beberapa suap yang menguatkan tulang punggungnya. Jika ia tidak mau (tidak cukup), maka dengan seperti makanan, dan dengan seperti minuman, dan sepertiga yang lain untuk dirinya." (Diriwayatkan Ahmad, Ibnu Majah, dan Al-Hakim. Hadits ini hasan). 

8. Memberikan makanan atau minuman kepada orang yang paling tua, kemudian memutarnya kepada orang-orang yang berada di sebelah kanannya dan seterusnya, dan ia menjadi orang yang terakhir kali mendapatkan jatah minuman, karena dalil-dalil berikut: 

Sabda Rasulullah saw., 

"Mulai dengan orang tua. Mulailah dengan orang tua." 

Maksudnya, mulailah dengan orang-orang tua. 

Rasulullah saw. meminta izin kepada Ibnu Abbas untuk memberi makanan kepada orang-orang tua di sebelah kiri beliau, sebab Ibnu Abbas berada di sebelah kanan beliau, sedang orang-orang tua berada di sebelah kiri beliau. Permintaan izin Rasulullah saw. kepada Ibnu Abbas untuk memberikan makanan kepada orang-orang tua di sebelah kiri beliau itu menunjukkan bahwa orang yang paling berhak terhadap minuman ialah orang yang duduk di sebelah kanan. 

Sabda Rasulullah saw., 

"Sebelah kanan, kemudian sebelah kanan." (Muttafaq Alaib). 

"Pemberi minuman ialah orang yang paling akhir meminum." 

9. Ia tidak memulai makan, atau minum, sedang di ruang pertemuannya terdapat orang yang lebih berhak memulainya, karena usia atau karena kelebihan kedudukannya, karena hal tersebut melanggar etika, dan menyebabkan pelakunya dicap rakus. Salah seorang penyair berkata, 

Jika tangan-tangan dijulurkan kepada perbekalan, 

Maka aku tidak buru-buru mendahului mereka, 

sebab orang yang paling rakus ialah 

orang yang paling buru-buru terhadap makanan. 

10. Tidak memaksa teman atau tamunya dengan berkata kepadanya, ‘silakan makan', namun ia harus makan dengan etis (santun) sesuai dengan kebutuhannya tanpa merasa malu-malu, atau memaksa diri malu-malu, sebab hal tersebut menyusahkan teman atau tamunya, dan termasuk riya', padahal riya' itu diharamkan. 

11. Ramah terhadap temannya ketika makan bersama dengan tidak makan lebih banyak dari porsi temannya, apalagi jika makanan tidak banyak, karena makan banyak dalam kondisi seperti itu termasuk memakan hak (jatah) orang lain. 

12. Tidak melihat teman-temannya ketika sedang makan, dan tidak melirik mereka, karena itu bisa membuat malu kepadanya. Ia harus menahan pandangannya terhadap wanita yang makan di sekitarnya, dan tidak mencuri-curi pandangan terhadap mereka, karena hal tersebut menyakiti mereka membuat mereka marah dan ia pun mendapat dosa karena perbuatannya tersebut. 

13. Tidak mengerjakan perbuatan-perbuatan yang dipandang tidak sopan oleh masyarakat setempat. Misalnya, ia tidak boleh mengibaskan tangannya di piring, tidak mendekatkan kepalanya ke piring ketika makan agar tidak ada sesuatu yang jatuh dari kepalanya ke piringnya, ketika mengambil roti dengan giginya ia tidak boleh mencelupkan sisanya di dalam piring, dan tidak boleh berkata jorok, sebab hal ini mengganggu salah satu temannya, dan mengganggu seorang Muslim itu haram hukumnya. 

14. Jika ia makan bersama orang-orang miskin, ia harus mendahulukan orang miskin tersebut. Jika ia makan bersama saudara-saudaranya, ia tidak ada salahnya bercanda dengan mereka dalam batas-batas yang diperbolehkan. Jika ia makan bersama orang yang berkedudukan, maka ia harus santun, dan hormat terhadap mereka. 

Etika Setelah Makan 

Di antara etika setelah makan ialah sebagai berikut: 

1. Ia berhenti makan sebelum kenyang, karena meniru Rasulullah saw. agar ia tidak jatuh dalam kebinasaan, dan kegemukan yang menghilangkan kecerdasannya. 

2. Ia menjilat tangannya, kemudian mengelapnya, atau mencucinya. Namun mencucinya lebih baik. 

3. Ia mengambil makanan yang jatuh ketika ia makan, karena ada anjuran terhadap hal tersebut, dan karena itu adalah bagian dari syukur atas nikmat. 

4. Membersihkan sisa-sisa makanan di gigi-giginya, dan berkumur untuk membersihkan mulutnya, karena dengan mulutnya itulah ia berdzikir kepada Allah Ta‘ala, berbicara dengan saudara-saudaranya, dan karena kebersihan mulut itu memperpanjang kesehatan gigi. 

5. Memuji Allah Ta‘ala setelab ia makan, dan minum. Ketika ia minum susu, ia berkata, "Ya Allah, berkahilah apa yang Engkau berikan kepada kami, dan tambahilah rizki-Mu (kepada kami)". Jika berbuka puasa di tempat orang, ia berkata, "Orang-orang yang mengerjakan puasa berbuka puasa di tempat kalian, orang-orang yang baik memakan makanan kalian, dan semoga para malaikat mendoakan kalian." 

Sumber: Diadaptasi dari Abu Bakr Jabir al-Jazairi, Minhaajul Muslim, atau Ensiklopedi Muslim: Minhajul Muslim, terj. Fadhli Bahri (Darul Falah, 2002), hlm. 185-191. 

Kamus Cewek untuk Cowok

Nah kali ini postingan yang agak santai yaa, tentang cinta nih  ciee.... Harimau Mengaum Ayam berkokok cewek berkode, haha hayo ngaku siapa ni cowok yang sering bingung sama ceweknya? cewek emang suka gitu,yg dipikiran A yang diucapin B yang diinginin C,maunya apaaa lah :'D naah ini ni karang pengen ngebantu cowok yang selama ini ngalamin gangguan psikis karena gagal memecahkan kode cewek..karang merasa perlu memposting ini karena apabila cowok gagak memahami maksud cewek, bisa jadi akan terjadi masalah atau pertengkaran, nah kalau sudah berantem, kan ngeganggu konsentrasi si cowok, cowok kan kalo lagi berantem sama ceweknya bawaannya pengen keluar rumah nyari udara sejuk, nah ini ni yang bahaya, bayangin ya, kalo cowok keluar rumah make motor, trus kepikiran sama masalah dia sama ceweknya trus jdi ga fokus ke jalan, trus tiba2 di depan ada mobil berhenti mendadak trus si cowok berpulang ke rahmatullah , kan bahaya. tapi tenangkak rangga alias karang udah ngumpulin nih kamus mini tentang cewek yang karang dapat dari http://qimoqimi.blogspot.ch/  ini yang nulisnya cewek loh, jadi persentase ketepannya cukup tinggi, langsung aja ni....


         ♥ Kamus Cewek  ♥

♥ Cewek itu manusia yg harus di hargai,, bukan barang yg di koleksi sesuka hati.

♥ Cewek klo diputusin nangis bisa sampe 3 hari, klo cwo diputusin nangis cuma 3 menit !!itulah mengapa  Cewek harus Lebih tegar lagi !!!

♥ Banyak yang bilang Cewek itu bawel sangat :) 

♥ buat para ladies Berani mencintai harus siap merasakan sakit hati :) 

♥ Ketika kau menyakitiku aku menangis bukan karena sedih kau tinggalkan, tapi aku hanya menyesal betapa bodohnya aku memilihmu !!

♥ untuk para Cewek yang telah dihianati.. rasakan kecewa dan sakit hatimu, lalu hadapi dengan tegar :) . hilangkan dan lupakan sedihmu secepatnya !! karna didepan sana Seseorang yang jauh lebih baik sudah menunggumu :)

♥ jika boleh memilih, aku lebih baik tidak mengenal kamu daripada aku harus melupakan kamu..


♥ Faktanya wanita lemah karna selalu dimanja, tetapi wanita tegar karna selalu disakiti,.  

♥ kadang seorang cewek meninggalkan kekasihnya bukan krn ia sudah tak cinta, tapi krn ia terlalu lelah bertahan dari rasa kecewa.

♥ Rata-rata cewek kalo cemburu biasanya temen deketnya bukan ngomong langsung ke cowoknya

♥ luar biasanya cinta, yang sanggup membuat cewek tersenyum hingga meneteskan air mata

♥ Cewek tersenyum bukan berarti dia sedang sembunyikan luka, melainkan dia masih memiliki sisa-sisa kebahagiaan.

♥ Cewek itu pembohong , disetiap dia ada masalah pasti dia bilang "engga ada apa kok".

♥ Kalau aku menangis bukan berarti aku sedih, terkadang aku hanya lelah untuk berpura-pura kuat .

♥ Cewek itu cerewet karna dia inginkan yang terbaik untuk cowok nya.

♥ Cewek kalo lagi CINTA PADA PANDANGAN PERTAMA tuh, ketemu nya sekali ,tapi kangen nya berkali-kali.

♥ Bagi sebagian wanita, kasih sayang akan membuat mereka jadi lebih dihargai.

♥ Terkadang mulut tak mampu untuk mengucapkan rasa sakit ini. hanya disini aku bisa meluapkan semua keluh kesahku kepadamu.

♥ Saat wanita membiarkanmu pergi, sebenarnya saat itu pula dia sangat membutuhkanmu, untuk menemani melewati kegundahannya.

♥ wanita ingin lebih diperhatikan daripada dimanjakan dengan segala macam kemewahan.

♥ Barangkali dilain waktu kamu akan mencariku :") Semua yang kamu anggap bosan adalah yang akan kamu rindui hingga ke batu nisan :")  

♥ Wanita sejati adalah wanita yang tegas memutuskan hubungan pacaran kalau sudah kelamaan tanpa kepastian.

♥ Ketika dirimu merasa tersakiti, lepaskan dia karena bahagia kita tidak bergantung padanya.

♥ air mata adalah satu-satunya cara bagaimana mata berbicara ketika bibir tak mampu menjelaskan apa yang membuat perasaanmu terluka.

♥ Udah PDKT lama tapi gak ditembak2, langsung badmood.

♥ Kenapa cewek suka ngambek? Karena ingin lebih diperhatikan.

 ♥ Melihat sekejap saja orang yang kita sayang dan tau bhw dia baik2 saja ,udah cukup buat hati ini bhagia .

♥ Ku turut bahagia kamu bersama dia = Aku masih sangat mencintaimu .

♥ Jika wanita kehilangan sesuatu yg sudah lama ia sayang, ia butuh waktu yg lama untuk melupakannya.

♥ Yang wanita butuhkan bukanlah seorang pria yg perfect, tapi pria yg respect terhadap hatinya .

♥ Paling sebel kalo liat mantan kita yg paling kita sayangi jadian sama cewek lain.

♥ Cewek memang butuh waktu lebih lama untuk move on, tetapi setelah masa itu dia akan menjadi cewek yg tegar. 

♥ Sok tegar & gampang ngomong PUTUS padahal sebenernya TAKUT KEHILANGAN.

♥ Rasanya pengen teriak kalo cowok yg kita taksir curhat tentang cewek lain.

♥ Tidak semua wanita menggunakan air matanya untuk membuat pasangannya merasa
bersalah!

♥ Paling gak suka sama cowok yang GAK SOPAN DAN GAK MENGHARGAI CEWEK!!

♥ kalau diisengin sama gebetan sok marah, padahal dalem hati seneng banget .

♥ Nyesek adalah saat kita sapa dia, dia bilang "siapa ya?" .

♥ Nyesek banget pas tau gebetan kita udah punya pacar .

♥ Cewek diem bukan karena mereka kalah, itu karena mereka menghargai cowoknya bicara :)

♥ Saat berada dalam keadaan tertekan, perempuan kadang hanya sanggup menangis  :)

♥ Jangan bilang sayang padaku bila itu tak sesuai dengan hatimu .

♥ Wanita itu sulit dipahami, karena apa yang dia ucapkan terkadang tidak sesuai dengan isi
hatinya .

♥ Cewek paling sebel kalo udah sms panjang lebar responnya cuma dikit.

♥ Kalo abis sms pacar/gebetan, pasti hp diliatin terus nunggu balesannya.

♥ Buat apa cantik jika tak mempunyai harga diri.. 

♥ Suka pengen ikut nangis kalo ngeliat nyokap nangis

♥ Menangis bukan karena cengeng tapi karena mereka tak tahu harus dengan cara apa lagi agar mereka bertahan dan tetap tegar T_T

♥ saling percaya adalah kunci yang dipegang teguh oleh cewek :)

♥ saat cewek berkata dia tidak membutuhkanmu, percayalah sesungguhnya dia sangat membutuhkanmu :)

♥ Bila seorang cewek bilang dia baik-baik saja setelah kamu menyakitinya dia bohong!

♥ Yang sering bikin cewek sakit hati : cowok kalo ngapa²in suka gak pake otak!

♥ Tidak semua wanita memiliki jalan pikiran dan pendapat yang sama :)

♥ Sebagian cewek lbh seneng mengobati rasa galaunya lewat lagu :')

♥ cewek itu gak suka sama cowok kasar & egois!!!

♥ cewek sangat ingin terlihat cantik, karena itulah ia selalu mengikuti perkembangan fashion :)

♥ walau kadang selalu berpikir emosional, cewek sebenarnya bijaksana dalam menentukan pilihan :)

♥ cewek ingin terlihat lebih pintar di hadapan cowok, karena itulah ia gemar berbicara :)

♥ kalo cewek marah tanpa alasan, itu berarti dia lagi pengen diperhatiin / dimanja.

♥ berjalan sambil menggandeng tangan nya membuat wanita merasa di lindungi :)

♥ "Gak apa-apa kok" adalah kata-kata cewek yang mengandung makna terpendam.

♥ Cewek itu suka pria yg penuh kejutan, mempunyai inisiatif tinggi & pintar menebak maksud perempuan (`▽´ʃƪ)

♥ cewek akan menangis lebih kencang bila ditanya penyebab ia menangis,cukup peluk tenangkan dia&dia akan bercerita sendirinya :)

♥ cewek cerewet dengan pacarnya menandakan ia sayang dan mau kasih perhatian lebih :)

♥ cewek cerewet dengan pacarnya menandakan ia sayang dan mau kasih perhatian lebih :)
> Saat cewek sadar kalo ia salah , ia pasti langsung meminta maaf ...

> Cewek itu butuh perhatian, bukan belas kasihan ( ^⌣ƪ) ...

> Cewek itu SIMPLE dia cukup ingin dimengerti & dipahami isi hatinya (ʃƪ˘˘з) ...

> Apabila cewek melihat orang yg disuka tersenyum walau bukan untuknya, maka hati seorang cewek tersebut hanya bisa diam dan menerima apa adanya ...

> Melihat kau bersamanya kini , membuat hati dan perasaanku hancur .....(╥_╥) ....

> Perasaan cewek itu lebih peka daripada cowok .....

> Bila orang yang di suka atau di cintai seorang cewek , dan berpacaran di depan kita pasti akan membuat hati kita diam dan lemas , dan tak tahu harus berbuat apapun .....

> Cewek patah hati atau sakit hati itu, butuh sandaran bukan sindiran ...

> Rasa suka pada pandang pertama, akan susah untuk di lupakan...

> Only you from the past until now :D

> I am good, but not an angel. I do sin, but I am not the devil. I am just a small girl in a big world trying to find someone to love♥

> Terkadang orang yang terlihat tegar sekalipun, belum tentu hati nya kuat jika dilukai oleh orang yg disayangnya

> Cinta itu datang tiba-tiba , kapan aja , dan dimana saja .... :)

> Kalo yang namanya jatuh cinta itu sejuta rasanya , ada seneng , gembira , bahagia , yang campur aduk deh ....

> Cinta itu ngga memandang , fisik , harta dan martabat ....

> Jadi cewek itu ngga boleh legek atau cengeng :)

> Give your smile to everyone, but give your love for only one person♥

> would love you still, forever...... ♡ (´▽`ʃƪ)

> Bercinta memang mudah. Untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh...

> Jika rasa cinta terbalas, maka bersyukurlah karena Allah telah ... memberikan hidup lebih berharga dengan belas Kasih-Nya.... :)

> Apakah kita sebagai wanita , enak terus terusan menunggu harapan yang tidak pasti darimu ...
Itu pun kalau kau menjawab IYA untuk cinta yang kita berikan ...
Namun bila kau katakan TIDAK untuk apa yang telah kita berikan selama ini .
Pasti perasaan pada diri wanita akan Hancur dan tak lagi semangat seperti biasa .....
Bukan laut namanya jika airnya tidak berombak. Bukan cinta namanya jika perasaan tidak pernah terluka...
Iya kan :)

> Ngga enak kan kalo tadinya deket jadi jauh ... Malah deket sama temen kita sendiri ...

> Ngga selamanya kan Orang itu akan KAYA ???
Mungkin sekarang kalian emang jadi ANAKNYA ORANG KAYA !
Tapi kita ngga tau kan kedepannya , bisa aja sekarang kalian sombong dengan kemampuan yang kalian milikki .
Tapi ingat cuyy BUMI ITU BERPUTAR ...
Allah ngga akan tidur , Iya kan ..... :)

> Yang jadian kan dia , kenapa lu yang harus repot sih . Ngga baik loh ngomongin yang jelek " tentang pacarnya .Toh kehidupan - kehidupan dia ini kan Hehehehe

> Meski sekarang gue udah jauh sama lu . Tapi hati gue gaakan jauh kok dari lu :)

> Aku mau menjadi yang terakhir didalam hidup kamu♥

> Aku tau apa yg kamu rasakan, meskipun gak sepenuhnya yg kamu rasakan bisa aku rasakan.

> Setiap hari baca koran. Lama-lama bikin bengong. Please jangan kasih ngasih harapan kosong dong ...

> Sahabat macem apa yang suka main di belakang kita dan suka membuka aib keburukan sikap kita di depan banyak orang ....-_-

> Harapan untuk ngedapetin nilai A itu ngga terlalu susah dibanding harapan untuk bisa milikin kamu itu MUSTAHIL BANGET :(

> Jangan pernah ngerasa diri kita ngga berharga ...Bagi dia kita mungkin bukan siapa " ...
Tapi bagi yang lain kita ini Everything :)

> Hati cewek kalo udah disakitin , pasti sakit banget sekalipun dengan PERKATAAN !

> Sahabat yang terbaik itu adalah , sahabat yang mengerti perasaan temannya :)

> Jadi cewek itu jangan cengeng oke jangan cuma gara - gara cowo aja nangis . Cowo banyak ini kok keep smiling yah :)

> Fase rasa suka cewek itu bisanya , suka , benci , dan suka lagi ...

> Cowok gak akan pernah tau gimana rasanya jadi cewek

> Nyesek itu adalah disaat kita lagi marahan sama pacar, terus tiba-tiba dia sms kita dengan kata-kata yg kasar._.

> Semakin Tinggi ilmu yang kita miliki .....
Semakin merendah juga sikap yang kita tunjukkan :)

> Orang yg nge-judge kita adalah orang yang gak tau diri._.

> Bodohnya diri lo, udah tau gue cuma orang biasa. Lo anggap gua artis-_-

> Dimana - mana yang namanya JEALOUS sama ENVY tuh ngga enak -_- iya kan ????

> Jauh salah ,  Deket juga salah ... Begitulah perasaan seorang cewek kalo seneng sama someone hehehe :D

> Paling sebel sama cowo yg ngasih harepan, tp sampe skrg belum nembak juga

> saat wanita sedang galau atau kecewa bisa dilihat dari mata dan wajahnya saat dia terdiam

> saat wanita sedang galau atau kecewa bisa dilihat dari mata dan wajahnya saat dia terdiam

Saat berpuasa atau sholat tapi menelan ludah? Boleh gak ya?

Gak kerasa ya libur panjang Ramadhan dan Lebaran nya sudah selesai. :'D

Ngomongin soal ramadhan ni, sewaktu menjalani ibadah puasa kemaren karang sempat bingung menelan liur itu ngebatalin puasa gak? nah ternyata menelan liur itu TIDAK ngebatalin puasa, sekali lagi, menelan liur itu TIDAK membatalkan puasa.. santai oii.. :D 
nah kemudian bagaimana sewaktu sholat? ngebatalin wudhu gak ya? dan ternyata.. baca sendiri aja yaa seperti yang karang copy dari muslimah.or.id ini....
Diantara aktivitas yang dilakukan manusia ketika berpuasa tidak akan lepas dari menelan ludah dan mengeluarkan dahak. Berikut akan dikupas masalah ini berdasarkan beberapa keterangan dari hadis dan para ulama yang disadur dari karya : Abu Abdillah Gharib bin Abdillah al-Atsari, yang disebarkan melalui forumMultaqa al-Hadits dan dari tanya jawab islam di situs islamqa.com, dibawah bimbingan Syaikh Muhammad Sholeh Al-Muhajid;
Dalam bahasa arab, ada banyak kata untuk menyebut kata “dahak” : nukha’ah, nukhamah, mukhath, balgham, atau nughafah. Ibn Hajar mengatakan: “Tidak ada beda dalam makna, antara nukhamah dan mukhath. Karena itu, salah satu diantara keduanya sering digunakan untuk dalil bagi yang lain.” (Fathul Bari, 1:510)
Dahak dan ludah memiliki hukum yang sama. Ibn Hajar mengatakan: “Imam Bukhari berpendapat bahwa hukum dahak dan ludah adalah sama, karena Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melihat dahak yang menempel di masjid, kemudian beliau bersabda: ‘Janganlah kalian meludahkan…’. Ini menunjukkan bahwa hukum kedua cairan tersebut adalah sama. Allahu a’lam” (Fathul Bari, 1:511)
Hukum Dahak
Kesimpulan yang nampak berdasarkan banyak dalil bahwa dahak, ludah dan segala jenisnya adalah cairan suci dan tidak najis. Disebutkan dalam riwayat Bukhari, dari Anas bin Malik radliallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melihat dahak yang menempel di tembok masjid. Kemudian beliau kerik dengan tangannya, kemudian bersabda: “Ketika kalian sedang melaksanakan shalat, sesungguhnya dia sedang bermunajat dengan Rabnya (Allah). Karena itu janganlah dia meludah ke arah kiblat, namun meludahlah ke arah kirinya atau ke arah bawah sandalnya. Kemudian dia ambil ujung pakaiannya dan dia ludahkan di pakaiannya.”
Kandungan hadis ini menjadi dalil bahwa orang yang shalat dibolehkan untuk meludah di tengah-tengah shalat. Dan aktivitas ini tidak membatalkan shalatnya. Dalam hadis ini juga terdapat dalil bahwa ludah, demikian pula dahak adalah cairan suci. Tidak sebagaimana pendapat sebagian orang yang mengatakan bahwa segala sesuatu yang menjijikkan maka hukumnya haram. Allahu a’lam. (Aunul Ma’bud, 2: 98 – 99)
Syaikh Sholeh al-Fauzan pernah ditanya: Apa hukum ludah yang keluar dari seseorang ketika tidur? Apakah cairan ini keluar dari mulut ataukah dari lambung?
Beliau menjawab:
Air liur yang keluar dari seseorang ketika sedang tidur bukanlah cairan najis. Karena hukum asal: segala sesuatu yang keluar dari tubuh manusia adalah suci, kecuali ada dalil yang menjelaskan bahwa itu najis. Ini berdasarkan sabda Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam : “Sesungguhnya orang mukmin itu tidak najis.” (HR. Bukhari dalam shahihnya, dari sahabat Abu Hurairah). Karena itu, air liur, keringat, air mata, dan cairan yang keluar dari hidung, semua ini adalah benda suci. Karena inilah hukum asal. Sedangkan air kencing, kotoran, dan semua yang keluar dari dua lubang, depan dan belakang adalah najis. Air liur yang keluar dari seseorang ketika tidur, termasuk benda-benda yang suci. Demikian pula dahak dan semacamnya. Oleh karena itu, tidak wajib bagi seseorang untuk mencucinya dan mencuci bagian pakaian dan karpet yang terkena liur atau dahak. (al-Muntaqa min Fatawa al-Fauzan, Volume 5 no. 8)
Apakah menelan dahak membatalkan puasa?
Ulama berselisih pendapat tentang hukum menelan dahak ketika puasa, apakah termasuk pembatal ataukah tidak?
Ibn Qudamah menyebutkan satu pembahasan khusus di al-Mughni. Beliau mengatakan:
Sub-bab: jika ada orang puasa yang menelan dahak, dalam hal ini ada dua pendapat dari Imam Ahmad: pertama, puasanya batal. Hambal pernah mengatakan: Saya mendengar Imam Ahmad mengatakan: Jika ada orang mengeluarkan dahak, kemudian dia telan lagi maka puasanya batal. Karena dahak berasal kepala (pangkal hidung). Sementara ludah berasal dari mulut. Jika ada orang yang mengeluarkan dahak dari perutnya (pangkal tenggorokannya) kemudian menelannya kembali maka puasanya batal. Ini juga merupakan pendapat Imam Syafi’i. Karena orang tersebut masih memungkinkan untuk menghindarinya, sebagaimana ketika ada darah yang keluar atau karena dahak ini tidak keluar dari mulut, sehingga mirip dengan muntah.
Kedua, pendapat kedua Imam Ahmad, menelan dahak tidaklah membatalkan puasa. Beliau mengatakan dalam riwayat dari al-Marudzi: “Kamu tidak wajib qadha, ketika menelan dahak pada saat berpuasa, karena itu satu hal yang biasa berada di mulut, bukan yang masuk dari luar, sebagaimana ludah.” (al-Mughni, 3:36)
Syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin ketika ditanya tentang hukum menelan dahak bagi orang yang puasa, beliau menjelaskan:
Menelan dadak, jika belum sampai ke mulut maka tidak membatalkan puasa. Ulama madzhab hambali sepakat dalam hal ini. Namun jika sudah sampai ke mulut, kemudian dia telan, dalam hal ini ada dua pendapat ulama. Ada yang mengatakan: Itu membatalkan puasa, karena disamakan dengan makan dan minum. Ada juga yang mengatakan: Tidak membatalkan puasa, karena disamakan dengan ludah. Karena ludah tidak membatalkan puasa. Bahkan andaikan ada orang yang mengumpulkan ludahnya kemudian dia telan maka puasanya tidak batal.
Sikap yang tepat, ketika terjadi perselisihan ulama, kembalikan kepada al-Quran dan sunnah. Jika kita ragu dalam suatu hal, apakah termasuk pembatal ibadah ataukah tidak, hukum asalnya adalah tidak membatalkan ibadah. Berdasarkan hal ini, menelan dahak tidak membatalkan puasa. Akan tetapi, yang lebih penting, hendaknya seseorang tidak menelan dahak dan tidak berusaha mengeluarkannya dari mulutnya ketika berada di tenggorokan. Namun jika sudah sampai mulut, hendaknya dia membuangnya. Baik ketika sedang puasa atau tidak lagi puasa. Adapun, keterangan ini bisa membatalkan puasa, maka keterangan ini butuh dalil. Sehingga bisa menjadi pegangan seseorang di hadapan Allah bahwa ini termasuk pembatal puasa. (Majmu’ Fatawa Ibn Utsaimin, Volume 17, no. 723)
Sayyid Sabiq ketika membahas tentang hal-hal yang dibolehkan ketika puasa, beliau mengatakan: “Demikian pula, dibolehkan untuk menelan benda-benda yang tidak mungkin bisa dihindari. Seperti menelan ludah, debu-debu jalanan, taburan tepung, atau dedak…” (Fiqh Sunnah, 1:342)
Sebagaimana yang kita pahami, keluarnya dahak, ludah dan semacamnya, adalah satu hal yang biasa bagi manusia. Karena ini merupakan bagian metabolisme dalam tubuhnya. Karena kita yakin bawa hal ini juga dialami banyak sahabat di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Andaikan menelan ludah atau dahak bisa membatalkan puasa, tentu akan ada riwayat, baik hadis maupun perkataan sahabat yang akan menjelaskannya. Karena Allah tidak lupa ketika menurunkan syariatnya, sehingga tidak ada satupun yang ketinggalan untuk dijelaskan. Lebih-lebih, ketika hal itu berkaitan dengan masalah ibadah. Demikian, kesimpulan yang lebih kuat dalam masalah ini. Allahu a’lam
Menelan ludah ketika shalat
Syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin ditanya apakah menelan dahak bisa membatalkan puasa dan membatalkan shalat?
Beliau menjelaskan:
Pertama, para ulama tidaklah sepakat dalam hal ini. Bahkan pendapat Imam Ahmad dalam hal ini ada dua riwayat, apakah membatalkan ataukah tidak.
Kedua, yang dimaksud menelan dahak yang bisa membatalkan puasa adalah dahak yang sampai di mulut. Adapun dahak yang masih di tenggorokan, kemudia masuk ke dada maka ini tidak membatalkan puasa. Saya tidak membayangkan ada orang yang menelan dahaknya ketika sudah sampai di mulutnya. Karena benda ini menjijikkan. Hanya saja, apapun itu, para kebanyakan ulama madzhab hambali berpendapat bahwa jika dahak sudah sampai di mulut kemudian di telan maka puasanya batal.
Diqiyaskan dengan keterangan di atas, jika menelan dahak ini terjadi di dalam shalat maka shalatnya batal. Ini jika kita katakan, menelan dahak sama dengan makan. Namun belum pernah aku jumpai bahwa mereka (ulama madzhab hambali) menjelaskan tentang masalah menelan dahak ketika shalat. Disamping, pendapat yang menyatakan bahwa menelan dahak yang sudah sampai mulut bisa membatalkan puasa adalah pendapat yang perlu dikritisi. Karena menelan dahak tidak bisa disebut makan atau minum, dan dahak itu tidak masuk ke perutnya, tapi memang sejak awal sudah berada di dalam perutnya. Meskipun mulut dianggap bagian luar perut dan bukan bagian dalam. (Liqa al-Bab al-Maftuh, vol. 17, no. 116)
Syaikh Shaleh Munajid memberikan kesimpulan:
Mengingat dahak tidaklah najis, bukan termasuk makanan maupun minuman, dan juga tidak bisa dianalogikan dengan makan maupun minum, maka jika orang yang shalat menelan dahaknya, shalatnya sah. Lebih-lebih jika dia terpaksa harus menelannya dan tidak mungkin meludahkannya

Mengenai Saya

Foto saya
Saya adalah putra asli Kerinci Jambi yang terbit ke dunia tanggal 14 juli 1996
Diberdayakan oleh Blogger.