Siswa Ternyata Adalah Seorang Koruptor!!
Siswa ternyata adalah seorang koruptor !!!
Guys, khususnya bagi para pelajar Indonesia pasti merasa tidak terima
dengan judul postingan ini kan ?
Ya ane juga bisa merasakan betapa nggak relanya status mulia generasi muda
sebagai pelajar di cap sebagai koruptor.
Tingkat korupsi dibedakan menjadi dua :
1.
Korupsi besar
2.
Korupsi kecil
Nah, pelajar itu masuk kedalam golongan korupsi kecil.
Sebenarnya sih nggak semua pelajar digolongkan koruptor tingkat kecil,
hanya sebagian. Tapi sebagian ini biasanya yang paling mendominasi. Masih
jarang ada siswa yang bebas dari korupsi kecil.
Langsung aja ke contoh korupsi kecil yang biasa pelajar lakukan.
1.
Terlambat
Ini adalah bentuk korupsi paling kecil dan yang paling sering dilakukan.
Hampir seluruh pelajar pasti pernah melakukannya. Entah sengaja atau
tidak. Entah kehendaknya atau tidak. Yang pasti
bakal ada ribuan bahkan jutaan alasan pelajar untuk memperkuat sebab musabab
keterlambatannya.
Ane nggak munafik ya, ane pun pernah, bahkan sering banget terlambat. Tapi
alhamdulilah banget ane belum pernah terlambat datang ke sekolah. Tapi bukan
berarti ane bebas dari bentuk korupsi kecil yang pertama. Ane tetep pernah
terlambat.
Terlambat itu adalah sebuah bentuk korupsi waktu. Dan itu akan menimbulkan
kerugian baik bagi dirinya atau bagi orang lain. Hal kecil seperti ini apabila
sudah dipupuk sejak dini, maka oknum yang sering telat ini kelak akan menjadi
seorang koruptor besar. Bahaya banget kan ?
2.
Nyontek
Waaah, ini mah sepertinya merupakan
hal yang paling lumrah dikalangan pelajar. Ane yakin, hampir semua pelajar
sudah tahu kalau tindakan nyontek pada saat ulangan ini adalah salah satu
bentuk korupsi. Tapi anehnya kok nggak pernah bisa dihindari sih ?
Itu penyakit yang paling sulit dihilangkan dari diri pelajar. Termasuk ane
juga tentunya.
Tapi kalau boleh jujur sih, sekarang ane sedang berusaha keras untuk
menghindari kegiatan contek-mencontek. Nilai jeblok lebih baik dari pada nilai
istimewa hasil nyontek. Pasti bagi pelajar yang nyontek pas ulangan dan
nilainya tinggi mereka nggak akan pernah mendapatkan kepuasan sampai kapanpun.
Karena itu bukan murni hasil pemikiran otak mereka.
Ane berusaha keras untuk nggak mencontek pada saat ulangan. Kata-kata ini ane
pegang teguh. Ane akuin, sampe sekarang ane masih mencontek. Tapi ane mencontek
ketika ane bener-bener nggak tahu. (ane pun seorang koruptor)
Ane gak mau ketika ane sudah memasuki dunia perkuliahan yang katanya sistem
individual ini ane masih tergantung sama orang lain. Ane gak mau. Ane harus
bisa mengandalkan diri ane sendiri.
Kebanyakan orang bilang, dia nyontek karena dia gak belajar.
Komentar ane :
Ya kenapa sih lo nggak belajar ? Buka buku napa ! Dikiiit aja. Dari pada lo
cuman nguntungin diri lo sendiri tapi ngerugiin orang lain.
Ngerugiin orang lain ? Kok ?
Yaiyalah lo pada ngerugiin orang lain, khususnya lo ngerugiin orang yang
belajar mati-matian dan sungguh-sungguh. Mereka melakukan berbagai pengorbanan
untuk dapat mengerjakan soal sendiri. Entah itu belajar semaleman, entah itu
belajar sampe lupa makan, entah itu apalah.. Pokoknya banyak pengorbanan yang
dilakukan pelajar jujur saat mau ulangan.
Coba sekarang bayangin sama pelajar yang curang saat ulangan.
Mereka nggak belajar, mereka sama sekali nggak buka-buka buku, ngelirik
buku pun nggak. Dengan berjuta alasan. Alasan yang logis masih bisa diterima.
Tapi terkadang ada saja yang bilang alasan mereka nggak belajar itu gara-gara
malas, ngantuk, tidur, nggak ngerti materinya, dan lain sebagainya.
Oh gosh !
Please dong, ulangan itu Cuma sehari kok ! Paling lama seminggu ! Ngantuk ?
Tidur ? Lo ngapain aja seharian? Ngangkatin batu ? Jadi kuli bangunan lo ?
Dan untuk yang alasannya itu nggak ngerti..
Emang fungsinya guru pada saat mengajar di depan kelas itu apa sih ?
Menerangkan, menjelaskan, dan menerima pertanyaan siswa untuk kemudian
diarahkan kejalan yang lurus. Tapi kenapa ya nggak ada yang membekas satupun
dari satu hari lo sekolah ?
MALES !
Itu jawabannya.
Ane jadi inget sama guru matematika favorit ane yang hobinya ngomongin
murid dengan kata-kata SEBUL atawa MALES.
Ya memang ada benernya sih.
Ane menyadari hal itu, and now, I'm trying to change it.
Kebanyakan pelajar berpikir kalo nyontek itu merupakan sebuah ciri khas
dari seorang pelajar. Tapi oh no banget ya, ane ogah deh punya ciri khas tukang
nyontek.
Kok mau sih punya ciri khas tukang nyontek ?
Emangnya pada gak punya harga diri gitu ya ?
Itu kan secara tidak langsung adalah bentuk pelecehan terhadap diri
sendiri.
Ayo dong teman ! Rubah kebiasaan itu semua !
Kita ciptakan generasi muda yang bebas korupsi !
Bebaskan otak kita dari yang namanya NYONTEK.
Ane pengen ketawa sekaligus geleng-geleng kepala ketika dalam pelaksanaan
UN kemaren ada yang sampai mau beli kunci jawaban dari joki sampai ratusan ribu
rupiah.
Oh sumpah BODOH BANGET.
Ilmu lo selama 3 tahun itu cukup dibayar sama 500.000 ?????
Lo bandingin sama orang tua lo yang udah ngebiayain sekolah lo selama
bertahun-tahun !
Otak lo murah banget kalo gitu.
Ane bukannya sok perfeksionis.
Ane pun dulu sering banget mencontek !
Tapi untungnya dua tahun ini ane udah dapet pencerahan dan ane mau insyaf.
Ane cuman khawatir aja.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Majalah Intisari bulan Oktober 2011,
bentuk-bentuk korupsi kecil tadi itu nantinya akan berkembang ke bentuk korupsi
besar. Wah … wah … ini namanya udah UEDAN !
Oke, kita sudahi.
Bentuk-bentuk korupsi kecil yang dimana orang-orang yang melakukannya tidak
sadar bahwa ia telah melakukan tindak korupsi adalah :
1.
Uang pelicin untuk mengurus SIM, KTP, KK, Akte Kelahiran. ( alasannya
adalah agar prosesnya berjalan cepat dan tidak repot) Tapi gara-gara lo yang
ngasih duit pelicin, jadi proses korupsi itu tetap berjalan. Payah banget ya ?)
2.
Masuknya CPNS ke PNS lewat duit sogokan ! Nahloh !
Ternyata hal-hal kecil seperti itulah yang termasuk golongan korupsi kecil.
Walaupun KECIL tapi tetep KORUPSI.
Jadi bagi para pelajar dan oknum-oknum koruptor kecil lainnya jangan dulu
protes gede-gedean ya sama wakil rakyat kita yang korupsi.
Karena benih-benih mereka itu ada pada kita.
Kalau kitanya korupsi dan dijalankan sejak dini, Insya Allah kitalah calon
koruptor besar itu yang akan dicaci maki dan dihina oleh generasi
selanjutnya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
- Azri Dwi Rangga
- Saya adalah putra asli Kerinci Jambi yang terbit ke dunia tanggal 14 juli 1996
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar